Langsung ke konten utama

Postingan

Engkaulah Madrasah Kehidupan Bunda

Tak ada sesuatu yang lebih berharga yang diinginkan oleh sepasang laki – laki dan perempuan yang telah menikah selain memperoleh seorang buah hati. Buah hati yang dirindukan untuk menjadi pewaris dan generasi penerus keturunan mereka. Fakta atau tidak, yang jelas tidak dapat dipungkiri bahwa anak adalah sumber perekat dua hati yang berbeda untuk disatukan, penyejuk mata dan pengharmonis keluarga. Tak lain halnya dengan Ayah dan Bunda yang harus menanti kehadiranmu dalam waktu yang cukup lama. Tidak peduli dengan goncangan yang ada, kicauan yang menyakitkan, kami tetap setia menanti adanya dirimu. Tak ada keraguan dan kekhawatiran di hati untuk tetap mengharapkan kehadiranmu. Bunda  yakin jika Allah menghendaki, Dia akan memberikanmu di waktu yang tepat. Sekian lama menunggu Allah pun menjawab doa kami. Ya bunda hamil, bunda mengandungmu. Bukan perkara mudah buat bunda , mengandungmu selama sembilan bulan. Dan mungkin inilah hal yang sama yang dialami perempuan – perempuan lain ...

Belajar dari Kang Purdi Yuk Mak! Si Sosok Inspiratif

Kalau sekarang dunia bisnis dan industri kreatif lagi tumbuh subur-suburnya dikalangan anak muda, pastinya tak asing bukan sosok seperti Izzul Haq, Yasa Singgih, Setiawan dan masih banyak lagi sosok entrepreneur muda lainnya yang Emak ketahui sepak terjangnya. Namun kali ini kita tidak akan berbicara tentang sosok entrepreneur muda ini. Kenalkah Emak dengan kang Purdi atau nama lengkapnya Purdi E. Chandra. Sosok entrepreneur sukses pendiri primagama. Lembaga bimbingan belajar yang sudah ada sejak saya masih kecil. Beliau juga seorang pendiri Entrepreneur University (EU), ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) cabang Yogyakarta dan sebagai anggota MPR RI utusan daerah Yogyakarta. Kesuksesan yang diraihnya sekarang bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Si sosok inspiratif ini biasa mengisi hari-harinya semasa kecil dengan kegiatan seperti beternak secara mandiri dan menjual hasil telur ternaknya. Purdi kecil bukanlah berasal dari keluarga yang kaya. Beliau berasa...

5 Mitos Sebelum Memulai Usaha

Banyak orang yang sudah tahu bahwa dengan menjadi seorang pewirausaha itu merupakan salah satu cara untuk meraih kesuksesan dan kemapanan ekonomi dengan cepat. Namun kebanyakan orang juga masih enggan untuk terjun didalamnya. Merasa lebih nyaman dengan menjadi seorang pegawai kantoran ketimbang masuk ke dalam dunia yang penuh dengan ketidakpastian. Memang benar, dengan menjadi seorang wirausaha berarti kita berada pada dunia yang tidak pasti dan keluar dari zona aman. Itu semua merupakan bagian dari resiko sebuah usaha. Namun apakah Emak pernah berfikir, resiko apakah yang sering dilupakan banyak orang dari berwirausaha? Ya resiko menjadi kaya. Resiko ini yang masih sering terlupakan karena kebanyakan dari mereka lebih sering memikirkan resiko kegagalannya. Berikut ini ada beberapa mitos yang berkaitan erat dengan kegiatan sebelum memulai usaha :                   Bekerja dari rumah jauh lebih santai daripada kerja kantoran. ...

Cerdas dan Inovatif dalam Berkarir

Cerdas dan Inovatif tidak hanya milik kaum pengusaha atau entrepreneur. Hakikatnya entrepreneur itu dapat diterapkan di segala bidang. Termasuk bagi mereka yang berstatus karyawan, pegawai negeri sipil dan lain sebagainya. Selama ini banyak yang berfikir bahwa cerdas kreatif dan inovatif identik dengan seorang pebisnis atau pengusaha. Padahal bekerja secara cerdas, kreatif dan inovatif juga diperlukan bagi mereka yang memilih berkarir terutama untuk kenaikan jabatan atau pangkat. Pernahkan mendengar dalam suatu perusahaan akan memberikan atau mempromosikan suatu jabatan bagi mereka yang berprestasi ? Nah, di sinilah fungsinya dituntut untuk bekerja secara cerdas, kreatif dan inovatif, bukan malah berlaku curang. Tak jarang lho, demi kenaikan pangkat, jabatan atau karir banyak dari mereka yang berlaku curang. Tindakan seperti ini tak pantaslah untuk dilakukan. Bersaing secara sehat jauh lebih baik untuk meningkatkan kualitas diri agar lebih kreatif, cerdas dan inovatif dalam...

Terapi Buku, Solusi Atasi Depresi pada Anak

Biblioterapy atau yang lebih dikenal dengan terapi buku ini merupakan salah satu bentuk pengobatan alternatif yang dipercaya dapat mengatasi depresi pada anak maupun orang dewasa. Tidak dapat dipungkiri bahwa di zaman serba canggih ini stress, depresi dapat melanda siapa saja. Apalagi kehidupan yang serba kompleks, permasalahan pun ikut menjadi sesuatu yang kompeks juga.   Depresi merupakan salah satu masalah psikologi yang paling umum, yang mempengaruhi hampir  setiap orang melalui  pengalaman pribadi maupun depresi pada anggota keluarga (Herlina, 2013). Depresi juga mempunyai dampak bagi yang mengalami dan orang lain. Franklin menyebutkan ada beberapa dampak negatif  dari depresi itu sendiri antara lain : 1.        Menyebabkan rasa sakit emosional yang sangat hebat. 2.        Mengganggu kehidupan jutaan orang. 3.        Menimbulkan pengaruh buruk bagi kehidupan...

Menulis, Sarana untuk Melayakkan Diri

Banyak hal memang yang bisa dilakukan sebagai sarana untuk melayakkan diri, sebagai pengembangan diri, pengembangan karir atau pengembangan profesi. Salah satu caranya adalah dengan menulis. Ya menulis, seseorang bisa mengembangkan profesinya atau meningkatkan jenjang karirnya dengan menulis. Seperti membuat karya ilmiah, penelitian maupun artikel yang dibuat untuk media cetak. Kegiatan seperti ini juga berlaku untuk para pustakawan. Suatu profesi yang masih dipandang sebelah mata dan belum dikenal oleh masyarakat banyak. Kalau kang Emil, walikota Bandung sering mengatakan bahwa untuk jadi seorang pemimpin, pejabat itu harus punya mental pembantu dan pelayan. Maka hal itulah kiranya yang harus ada pada diri seorang pustakawan. Ya mereka harus belajar melayani dan membantu   masyarakat sebagai mana jiwa seorang pustakawan yang harus melayani dan membelajarkan diri sepanjang hayat sebagai pusat sumber informasi dan literasi. Saat ini menulis menjadi faktor kunci bagi pe...

Buku, Benarkah Sosokmu Menakutkan?

Buku lagi … buku lagi, kata-kata seperti inilah yang sering kita dengar mana kala sang anak diminta untuk membaca buku. Seakan-akan mereka menganggap dan melihat buku itu sebagai momok yang menakutkan dan menjenuhkan. Sudah tak mengherankan lagi karena telah menjadi rahasia umum kalau masyarakat kita ini mempunyai minat baca yang rendah. Keadaan seperti ini tentunya tidak bisa dibiarkan secara terus - menerus. Karena bagaimanapun juga masa depan bangsa ada di tangan mereka. Tidak mudah memang untuk membentuk dan membiasakan budaya baca ini. Padahal kalau kita mau ber p ikir ulang dan generasi muda sadar akan pentingnya membaca, maka kita akan mengetahui seberapa besar dampak positif dan negatif  dari kegiatan membaca. Namun kali ini  akan mencoba berbicara mengenai dampak negatif yang ditimbulkan. Rendahnya minat baca akan berpengaruh pada reading achievement yang berdampak pada rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia. Sebagai contoh dokter dari Negara lain bi...